Tampilkan postingan dengan label artikel rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel rohani. Tampilkan semua postingan

4.21.2009

Paku

.
1 komentar

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia  marah ...

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah, lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar, "Hmm,kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini.Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya, "Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas sepert ilubang ini ... di hati orang lain.

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada ... dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik..." 

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu (Efesus 4:26)

selanjutnya... »»

4.20.2009

7 UP

.
2 komentar


Tentu kamu mengenal 7up. Merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di penjuru dunia. Dibalik ketenaran merk 7up rupanya ada kisah yang sangat menarik untuk kita pelajari tentang arti "pantang menyerah".

Awal kisahnya, dulu ada seorang yang membuat cikal bakal 7up sekarang. Orang ini adalah teman dari kakek Donald Trump yang saat ini seorang pebisnis real estate dan pemilik acara televisi dan banyak bisnis lain yang sangat terkenal itu.

Teman kakek Donald Trump ini, ceritanya membuat sebuah perusahaan minuman dan dinakaman 1up. Nah karena produknya ini kurang laku, maka ia merubah namanya menjadi 2up. Namun tetap masih kurang laku, ia mengubah namanya lagi menjadi 3up. Tetap masih tidak laku, ia hampir menyerah dan mencoba lagi sampai ke 5 kalinya, ia menamakan minuman nya dengan 5up. Terakhir kali ia akan berhenti jika sampai gagal kembali, dan setelah 6up, ia masih juga tidak berhasil.

Akhirnya ia datang ke kakek dari Donald Trump kala itu, dan menjual proyek minuman tadi denga harga berapapun jika Kakek Donald mau menggantikannya. Semua alat dan bahan bahan diberikannya dengan harga sangat murah. Dan apa yang terjadi, kakek Donald kemudian melakukan sedikit perbaikan, dan menamakan produk tadi 7up, yang sampai saat ini menjadi merek minuman yang sangat terkenal didunia, bahkan sampai ke Indonesia. Nah singkat cerita kakek Donald menjadi kaya raya.

Dari kisah tersebut ada satu nilai penting yang bisa kita pelajari. Mungkin kita tidak tahu kapan usaha kita akan membuahkan hasil, tapi suatu saat nanti pastilah waktu itu akan tiba. Justru karena kita tidak tahu kapan waktu keberhasilan kita?, maka jangan pernah kita menghentikan usaha kita dan memutuskan untuk menyerah. 3up gagal, buatlah 4up! 4up gagal, dirikan 5up! bahkan meski harus muncul 6up, 7up, 8up, atau 100up sekalipun, jangan pernah berhenti sampai jerih payah kita membuahkan hasil.

Percayalah bahwa Tuhan menghargai usaha kita. keberhasilan tidak datang pada orang yang malas berjuang dan gampang menyerah. Tunjukan kualitas iman kita melalui ketekunan kita dalam berjuang! TETAP SEMANGAT!

selanjutnya... »»

4.09.2009

Levi's

.
5 komentar

Tahukah anda dengan celana jeans Levi’s? atau mungkin anda adalah salah satu penggemar pemakai celana tersebut. Levi’s merupakan celana jeans no 1 yang cukup popular dan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Levi’s diperkenalkan oleh seorang pemuda nekad dari Newyork berumur 20 tahun, bernama Levi Strauss

Levi Strauss berniat menawarkan kainnya untuk dijadikan tenda di area pertambangan. Sayang, produk buatan Levi Strauss ditolak karena kain tersebut dianggap terlalu tipis untuk sebuah tenda. Meski produknya ditolak dan dianggap sebagai produk gagal, Levi Strauss justru memiliki ide untuk membuat sebuah celana dari bahan kain tenda tersebut. Dari situlah muncul fenomena baru dalam dunia fashion, celana dari kain tenda yang kita kenal dengan nama jeans. Tentu saja yang menuai untung banyak adalah Levi Strauss sebagai pelopor celana jeans yang bermerk Levi’s.


Itu adalah sebuah contoh bagaimana kita bisa mengelola kegagalan dengan baik. Bisa disimpulkan bahwa kegagalan tak selalu berakhir dengan bencana, selama kita bisa mengelola kegagalan tersebut dengan baik. Namun di atas itu semua, tentu saja yang paling penting adalah memiliki pola pikir positif saat mengalami kegagalan. Tidak peduli sedalam apapun kita jatuh terpuruk di dalam kegagalan, selama kita bisa mengembangkan sikap yang positif maka selalu ada kesempatan untuk mengolah kegagalan tersebut dan menjadikannya sebagai keberhasilan.

Jangan putus asa ketika mengalami kegagalan, apalagi buru-buru menyerah kalah dengan kegagalan tersebut. Kegagalan bukan alasan untuk berhenti mencoba, tapi bagaimana kita melihatnya sebagai sebuah proses pembelajaran yang harus kita lewati. Orang-orang yang saat ini berada di puncak sukses juga pernah gagal. Perusahaan papan atas juga pernah terpuruk di dalam kegagalan. Setiap orang pernah gagal, hanya yang membuat perbedaan adalah ada yang dengan bijak mengolah kegagalan tersebut dan menjadikannya sebuah keberhasilan, sementara yang lain memiliki sikap menyerah begitu saja. Apakah hari ini Anda sedang terpuruk di dalam kegagalan? Sebuah lagu rohani memiliki syair yang sangat indah berkenaan dengan hal ini, “Ku tak akan menyerah pada apapun juga sebelum kucoba semua yang kubisa...” Jangan pernah menyerah! Jangan pernah kalah dengan sebuah kegagalan!

Kegagalan adalah jembatan menuju kesuksesan, jangan pernah takut saat melewatinya.

selanjutnya... »»

4.07.2009

God is My Boss

.
1 komentar

Jesus is my Boss. Judul yang asyik sekaligus menarik. Mengingatkan kepada kita, bahwa di dalam Alkitab, Tuhan beberapa kali digambarkan sebagai seorang pengusaha atau pemilik, dengan kata lain, Tuhan juga adalah sosok Bos yang sempurna. Dari hal ini kita bisa belajar meneladani bagaimana cara kita bertindak dalam dunia kerja seperti yang Bos kita di surga melakukannya.

Bos kita rajin bekerja. Bos kita tidak hanya duduk santai di singgasanaNya saja, sebaliknya sampai detik ini Ia terus bekerja. Mengatur jagat raya, menjaga kelangsungan alam dan selalu menyatakan pemeliharaan serta pertolonganNya bagi kita. Jika Bos kita di surga bekerja, sudah seharusnya kita juga bekerja. Bekerja, tanpa harus kecanduan kerja. Tahu waktu untuk istirahat, karena Bos kita juga beristirahat setelah enam hari menciptakan alam ini. Itu juga berarti bahwa Bos kita pakarnya me-manage waktu, kitapun harusnya bisa mengatur dan memprioritaskan waktu dengan baik.

Bos kita memiliki sikap positif yang sempurna. Ia tidak pernah menyerah. Lihat saja perumpamaan tentang seorang gembala yang kehilangan satu dombanya atau seperti seorang perempuan yang kehilangan satu keping uang yang dimilikinya. Tak akan menyerah sebelum yang hilang ditemukan! Bukankah dalam bekerja sudah seharusnya kita ulet, optimis, tak kenal menyerah, dan memiliki semangat kuat?

Bos kita sangat bijak dan sangat adil dalam setiap keputusanNya. Bos kita tidak pernah bekerja sendiri, Ia selalu bermitra dengan kita menjadi satu tim. Bos kita tidak pernah sewenang-wenang, bahkan pekerja yang masuk jam 5 sore pun diberi upah sehari kerja. Bos kita tidak menggelapkan pajak, Yesus sudah memberi contoh yang jelas soal itu. Bos kita tidak pernah berbuat curang. Ia jujur, bahkan untuk dosa sekecil apapun, Ia tidak pernah kompromi.

Kita ingin sukses? Mari teladani Bos kita. Jadilah pebisnis atau pemimpin yang bijak dan adil. Bangunlah sebuah tim yang kuat untuk mencapai kesuksesan bersama. Jangan bertindak sewenang-wenang dengan bawahan kita, hormati mereka, sebab tanpa mereka kita tidak akan bisa sukses. Bekerjalah dengan jujur, tidak curang dan mengedepankan integritas!

Teladanilah Bos kita di surga dalam dunia kerja.



selanjutnya... »»

Kegagalan Goodyear

.
0 komentar

Anda mungkin pernah mendengar nama Charles Goodyear. Melalui eksperimen yang panjang dan melelahkan akhirnya ia berhasil mengubah karet mentah menjadi materi yang berguna. Dengan penemuannya yang luar biasa itu sudah seharusnya ia menjadi orang yang sukses dan kaya raya, namun ternyata hidupnya tak juga membaik, bahkan ia meninggal dalam kemiskinan. Kegagalan dan kemiskinan mewarnai sebagian besar hidupnya. Lebih dari sekali ia dipenjarakan karena hutang. Keluarganya sesekali meminta derma dari para tetangga. Enam dari dua belas anak-anaknya meninggal saat masih bayi akibat kekurangan

Mengapa Charles Goodyear mengalami hal itu? Dia memang berhasil menciptakan penemuan di bidang karet, tapi dia tidak mampu untuk mengatur usahanya dengan bijak! Dibutuhkan lebih dari sekedar usaha dalam meraih dan mempertahankan kesuksesan. Apakah itu? Kebijaksanaan dalam mengelola!

Usaha yang keras saja tidak cukup. Semangat dan antusias yang tinggi saja juga masih kurang. Usaha dan semangat kita dalam bekerja masih harus disertai dengan kebijaksanaan. Tanpa hikmat, kita tidak akan pernah bisa mencapai keberhasilan. Itu sebabnya topik utama kitab Amsal (Kitab yang berisi rahasia sukses) adalah hikmat! Hikmat juga yang pada akhirnya membawa Salomo mencapai puncak kejayaan dalam pemerintahan Israel.

Jadilah berhikmat dan bijaksana dalam bekerja. Dengan manajemen yang baik dan pengelolaan yang teratur, sebuah kesuksesan akan lebih mudah dicapai. Tanpa pengelolaan yang baik, peluang sebagus apapun akan mudah menguap dan raib entah kemana. Tanpa pengelolaan yang bijak, profit yang kita dapatkan seperti ditaruh ke dalam wadah yang bocor hingga usaha kita berantakan semua. Belajarlah dari kegagalan Charles Goodyear dan jadilah berhikmat!

Hikmat adalah kunci utama mencapai sukses.



selanjutnya... »»
 

My Blog List

Followers